Urutan 8 Pemain Yang Dicap Pengkhianat Setelah Membelot ke Klub Rival

BOLA – Dalam dunia sepak bola, terdapat beberapa pemain yang dikenal sangat loyal terhadap klub yang dibelanya. Bahkan ada pemain yang hanya bermain untuk satu klub.

Pemain berlabel sangat setia antara lain Gary Neville, Ryan Giggs, Javier Zanetti, Paolo Maldini, dan Francesco Totti. Mereka akhirnya menjadi simbol kesetiaan di kancah sepak bola.

Sebagaimana hidup harus seimbang, prinsip yang sama berlaku dalam sepak bola. Jika ada beberapa pemain yang setia, maka ada tokoh yang dicap tidak loyal, bahkan dicap pengkhianat.

Tentu saja, label makar tidak disematkan begitu saja. Ada alasan kuat yang membuat suporter mencap pemain sebagai pengkhianat.

Memang transfer pemain dalam sepakbola profesional merupakan hal yang wajar. Hak pemain untuk meningkatkan atau mengatur karirnya dengan berganti klub.

Tapi ada etika tak tertulis: Pemain dilarang pindah ke klub rival. Jika ini terjadi dengan sia-sia, Anda akan dicap sebagai pengkhianat.

Terakhir, Willian pindah dari Chelsea ke Arsenal. Keputusan winger Brasil hengkang dari The Gunners berpotensi memicu riak konflik. Maklum, kedua klub tersebut merupakan rival abadi, sebagaimana sesama klub asal London.

Di kancah sepak bola dunia, ada beberapa pemain bintang dalam daftar pemain yang paling dibenci fans karena dianggap pengkhianat. Siapa mereka?

1. Fernando Torres

Fernando Torres

Fernando Torres tidak pindah ke klub yang menjadi musuh terbesar Liverpool, yakni Everton atau Manchester United. Namun, ia menodai warisan Liverpoolnya dengan pindah ke Chelsea pada 2011, di tengah musim yang buruk bagi The Reds.

Ia memang memberi keuntungan besar karena Liverpool mendapatkan 50 juta pound dari transfer tersebut. Namun, The Reds gagal menemukan pengganti yang cocok untuk Torres.

Karier Torres di Chelsea tak berjalan mulus. Ia tak lagi menunjukkan ketajaman sangar seperti saat memperkuat Liverpool.

Jauh setelah itu, Torres mengakui kehidupan di Liverpool benar-benar lebih nyaman daripada di London bersama Chelsea.

2. Michael Owen
Michael Owen

Berbeda dengan Torres, Michael Owen dianggap telah melewati batas dengan pindah ke Manchester United yang merupakan rival terberat Liverpool.

Di penghujung 1990-an hingga 2004, Owen menjadi favorit para penggemar The Reds, bahkan dicap sebagai legenda klub.

Ia sebenarnya tak langsung pindah dari Liverpool ke MU, tapi tetap dianggap dosa besar. Owen telah berkelana ke Real Madrid dan Newcastle United, sebelum menyetujui proposal Setan Merah pada tahun 2009. Penggemar Liverpool benar-benar tidak dapat menerima dan mencapnya sebagai pengkhianat.

Di Manchester United, Owen lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti. Meski demikian, ia tetap mencatat momen-momen gemilang, salah satunya mencetak gol di Derby Manchester pada musim 2009-2010. Di Old Trafford Owen juga berhasil mencicipi gelar yang tidak didapatnya di Liverpool, yaitu trofi Liga Inggris.

3. Carlos Tevez

Carlos Tevez

Alasan Carlos Tevez ada di daftar ini sangat jelas. Dia memilih meninggalkan Manchester United pada 2009 dan menyeberang ke Manchester City. Meski biaya transfer lumayan besar, £ 25,5 juta, fans Setan Merah tidak senang.

Tapi, bukan itu saja yang membuat Tevez menjadi pengkhianat. Di awal karirnya ia juga dicap sebagai pengkhianat oleh pendukung Corinthians. Pada waktu itu. dia menolak untuk bermain karena dia ingin pindah ke luar negeri. Dia akhirnya benar-benar meninggalkan Corinthians dan pindah ke West Ham United.

4. Luis Enrique
Luis Enrique

Di awal karirnya sebagai pemain, Luis Enrique bermain bersama Real Madrid. Setelah tiga musim bersama El Real, ia memilih bergabung dengan Barcelona karena kontraknya habis.

Langkah pada tahun 2004 sebenarnya tidak benar-benar memicu kehebohan. Pasalnya, Enrique tidak pernah menjadi pemain andalan Real Madrid. Enrique hanya mencetak 18 gol sepanjang karirnya di Santiago Bernabeu. Real Madrid juga tidak menunjukkan minat serius untuk terus menahannya karena tidak menawarkan perpanjangan kontrak.

Namun, transfer dari Real Madrid ke Barcelona masih dianggap tabu. Fans Real Madrid hanya bisa meratapi karena Barcelona telah menjadi mesin gol. Dia mencetak 90 gol dalam 300 penampilan untuk Barca, dan memenangkan dua gelar La Liga, dua trofi Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa.

5. Ashley Cole

Ashley Cole

Pada 1999, pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, memberikan kepercayaan penuh kepada pemain muda yang beroperasi di bek kiri, Ashley Cole. Sang pemain kemudian menjadi salah satu tulang punggung tim saat menjuarai Premier League 2003-2004 dengan rekor tak terkalahkan.

Dua tahun kemudian, Arsenal menawarkan kontrak baru senilai 55 ribu poundsterling per minggu. Cole tidak tertarik dan dengan cepat merebut tawaran gaji £ 90 juta dari Chelsea.

Cole menikmati karier gemilang di Chelsea, termasuk menjuarai Liga Champions 2012. Pada saat yang sama, Arsenal mengalami puasa gelar. Fakta itu membuat fans Arsenal marah kepada Cole.

6. Robin van Persie

Robin van Persie

Robin van Persie telah bersama Arsenal selama dua musim dan telah memberikan segalanya, termasuk 30 gol liga di musim terakhirnya bersama The Gunners. Pemain asal Belanda tersebut juga dipercaya menjadi kapten tim.

Di musim panas 2012 lalu, Van Persie menyulut kemarahan fans Arsenal dengan menerima tawaran membelot ke Manchester United. Saat itu, rivalitas Arsenal dan Manchester United masih sengit.

Van Persie langsung dicap sebagai pengkhianat. Penggemar Arsenal semakin kesal karena pada musim 2012-2013 Van Persie berhasil meraih gelar Liga Inggris bersama Setan Merah. Itu adalah gelar Liga Premier pertama Van Persie.

7. Ronaldo Nazario

Ronaldo Nazario

Ronaldo Nazario akan selalu dikenang sebagai legenda sepak bola dunia yang meninggalkan kenangan indah tentang pertandingan tersebut. Namun, untuk urusan loyalitas kepada klub, dia bukanlah panutan.

Meski tidak pernah berpindah langsung antar klub dengan persaingan sengit, pemain Brasil itu pernah bermain untuk Real Madrid dan Barcelona pada saat yang bersamaan. Ia juga pernah bermain di AC Milan dan Inter Milan.

Untuk melengkapi label pengkhianat yang melekat padanya, Ronaldo pernah pindah ke Corinthians setelah berlatih selama beberapa bulan bersama Flamengo.

8. Luis Figo

Luis Figo

Sedikit disayangkan bahwa salah satu pemain terbaik dunia dicap sebagai pengkhianat. Tapi, ketika Anda meninggalkan tim untuk saingan terbesar, julukan itu tidak bisa dihindari.

Kepindahan Luis Figo ke Real Madrid pada tahun 2000 sungguh tak termaafkan karena saat itu ia sangat disayangi oleh suporter Barcelona.

Tak heran, Figo ternyata menjadi musuh utama pendukung El Barca. Bahkan, dia pernah dilempar ke kepala babi saat pertandingan El Clasico.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Prediksibolaliga.com

Baca Juga : Machester United Di kabarkan Akan Membeli Pemian Barcelona