PSS Sleman: Gaji Pemain dan Official Dibayar 25 Persen

Kepastian gaji pemain PSS Sleman kini telah terungkap. Manajemen mengadakan rapat untuk memutuskan jumlah gaji di tengah pemutusan liga.

PSSI memutuskan untuk menghentikan Shopee Liga 1 2020 karena pandemi virus korona. PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 adalah status darurat bencana tertentu.

Dalam dekrit itu, selama kompetisi dihentikan, klub diizinkan membayar gaji para pemain dan ofisial sebesar 25 persen dari nilai gaji bulanan yang tercantum dalam kontrak.

Terkait hal ini, Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando menjelaskan apakah akan mematuhi aturan. Artinya, PSS akan memberikan gaji 25 persen dari nilai kontrak kepada pemain dan ofisial hingga Juni.

“Mengenai masalah gaji, direktur PSS akan mengikuti peraturan dalam keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI,” kata Danilo.

Namun, Danilo memastikan bahwa para pemain akan menerima gaji penuh atau 100 persen untuk bulan Maret.

“Keputusan Direksi PSS Sleman adalah gaji 100 persen Maret. Sedangkan pada April, gaji 25 persen dan Juni,” tambahnya.

Selain masalah gaji, Danilo menjelaskan bahwa manajemen Super Hawk Java memutuskan untuk memperpanjang liburan pemain. Pemain dijadwalkan akan ditutup hingga 29 Mei 2020. Pemain juga diberikan menu pelatihan saat di rumah.

“Kami memutuskan untuk berlibur sampai 29 Mei. Tetapi para pemain PSS Sleman masih mendapatkan porsi latihan mereka sendiri di rumah masing-masing untuk menjaga kondisi fisik,” kata Danilo.

Tim pelatih, kata Danilo, juga akan terus mengawasi para pemain. Dia meminta semua penggawa Jawa Elang untuk mematuhi protokol keselamatan dari tim dokter.

“Nanti akan ada protokol keselamatan dari tim dokter dan manajemen PSS Sleman untuk di rumah. Itu harus dilakukan oleh semua pejabat dan pemain,” katanya.

Pemain PSS Sleman Nilai Keputusan Manajemen soal Gaji Sudah Sesuai

Jefri Kurniawan

Pemain PSS Sleman akhirnya bisa bernafas lega. Tim manajemen yang dijuluki Java Super Eagle telah memberikan keputusan mengenai gaji pemain.

Keputusan PSS Sleman diterima oleh pemain. Salah satunya adalah gelandang PSS, Jefri Kurniawan. Dia menganggap bahwa jumlah gaji yang telah ditentukan oleh manajemen memang keputusan terbaik yang dapat diambil dalam kondisi ini. Dia juga mentolerir keputusan manajemen.

“Saya pikir itu adalah keputusan yang bijak karena pada bulan Maret kami memang masih bersaing dan ada kegiatan. Untuk bulan depan kami mengerti bahwa tidak ada kegiatan bagi para pemain PSS Sleman,” kata Jefri.

Jefri juga telah berkomunikasi dengan pemain lain. Termasuk berkomunikasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

“Sebelumnya, saya juga ngobrol dengan teman-teman lain, termasuk dari APPI. Memang, untuk Maret idealnya adalah 100 persen,” katanya.

Dia juga berharap pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan kegiatan sepakbola nasional akan segera pulih. Apalagi, dia mengaku telah melewatkan sepakbola.

“Sekarang kami tinggal menunggu perkembangan kondisi saat ini. Sambil terus berlatih di rumah,” katanya.